Kamis, 08 Desember 2011

sejarah SMP N 18 Semarang

Pada tahun 1977 pemerintah membuka SMP negeri baru di kecamatan Tugu tepatnya di desa Jerakah.  Walaupun pada saat itu belum memiliki gedung, namun mulai tahun 1977 tersebut SMP baru tersebut sudah mulai menerima siswa baru.  Untuk sementara kegiatan pembelajaran menumpang di SD Tugurejo Semarang.  Pengajarnya sebagian dari guru-guru SD Tugurejo dan sebagian dari guru-guru SMP Negri 3 Semarang.  Ymt. kepala sekolah dijabat oleh Bapak Purnomo dari wakil kepala SMP Negri 3 Semarang.
Mulai tahun 1977 pembangunan gedung sekolah dikerjakan.  Gedung sekolah tersebut dibangun di bekas lapangan olah raga di desa Jerakah, sedang lapang olah raganya dialihkan di sebalah utara desa Jerakah dekat stasiun kerata api Jerakah.  Berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor: 0435/O/1977, tanggal 1 Oktober 1977, maka berdirilah SMP baru di kecamatan Tugu Kota Madya Semarang dengan nama SMP Negeri Jerakah (Tugu) Semarang. 
Pada awal berdiri SMP Negeri Jerakah (Tugu) Semarang sarana dan prasarana yang dimiliki berupa: 1 bangunan induk (ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang perpustakaan, dan kamar mandi/wc), 10 ruang kelas, 1 ruang aula, 1 ruang laboratorium IPA, 1 ruang ketrampilan, dan 3 kamar mandi/wc. 
Pada tahun pelajaran 1978 proses pembelajaran mulai menempati gedung baru dengan kepala sekolah yang pertama yaitu Bapak Kridanto Atmokerata (1977 – 1983) dengan ketua BP 3 Bapak Rabun Barokah.  Pada tahun 1981 ada penambahan ruang kelas baru sebanyak 3 ruang dan tahun 1983 juga ada penambahan ruang kelas baru sebanyak 3 ruang.  Sehingga pada akhir tahun 1983 ruang kelasnya sebanyak 16 ruang.
Pada tanggal 13 November 1983 Bapak Kridanto Atmokerata, meninggal dunia karena sakit.  Kepala sekolah sematara dijabat oleh Ymt kepala sekolah yaitu Bapak J. Supardal, sampai tanggal 31 Maret 1984. Mulai tanggal 1 April 1984 kepala sekolah dijabat oleh Bapak Yunal Sutan Marah Laut.  
Berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 0437/O/1984, nama  SMP Negeri Jerakah (Tugu) Semarang diubah menjadi SMP Negeri 18 Semarang. 
Pada saat Bapak Yunal Sutan Marah Laut menjabat kepala sekolah mulai membangun masjid di lingkungan SMP Negeri 18 Semarang.  Pembangunan masjid tersebut dilakukan secara bertahap. Pada tanggal 30 September 1991 Bapak Yunal SDutan Marah Laut purna tugas.  Kemudian kepala sekolah dijabat oleh Ibu Sri Lastari Soeharjo.  Ibu Sri Lastari Soeharjo hanya memangku jabatan kepala sekolah di SMP Negeri 18 Semarang sampai tanggal 1 Februari 1993.  Pembangunan laboratorium computer mulai dirintis untuk dibangun pada saat kepala sekolah Ibu Sri Lastari Soeharjo.
Kepala sekolah berikutnya adalah Ibu Retno Sustiyah, dengan ketua pengurus BP3 Bapak Choliq Juniarso, SH.  Ibu Retno Sustiyah mulai menjabat kepala SMP Negeri 18 Semarang tanggal 2 Februari 1993.  Penyelesaian pembangunan masjid dilakukan pada tahun pelajaran  1994/1995.  Pada tahun tersebut juga membangun 2 ruang kelas baru, sehingga jumlah ruang kelas menjadi 18 ruang.  Pada tahun 1997 mendapat tambahan 2 ruang kelas baru dari pemerintah, sehingga jumlah rang kelas menjadi 20 ruang.  Pada tanggal  30 September 1999, Ibu Retno Sustiyah purna tugas.
Mulai tanggal 1Oktober 1999, kepala sekolah diampu oleh Bapak Drs. Rasmito, hanya menjabat sementara.  Tanggal 1 April 2000 kepala berikutnya adalah Ibu Endang Tringsih, S.Pd.  Pada tahun 2000/2001 dibangun 1 ruang kelas baru, sehingga jumlah ruang kelas menjadi 21 ruang.  Tahun 2002/2003 mulai merancang membangun laboratorium bahasa.
Pada tanggal 20 Januari 2003 terjadi serah terima kepala SMP negeri 18 Semarang dari Ibu Endang Triningsih, S.Pd ke Ibu Tri Sulasmiyati, S.Pd. Pada saat Ibu Tri Sulasmiyati menjabat kepala sekolah, melakukan pembangunan laoratorium bahasa dan membangun 2 ruang kelas baru di lantai dua.
Mulai tanggal 16 November 2005 kepala sekolah dijabat oleh Bapak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd. dengan ketua komite Bapak Drs. H. Iswoyo. Penambahan ruang kelas baru di lantai dua sudah selesai, dan ruang perpustakaan sekarang ini masih dalam proses dan hamper selesai.
Demikaian sekilas sejarah SMP Negeri 18 Semarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar